DEPOK-BEM FEB Universitas Indonesia (UI) kembali menggelar festival tahunan ‘Jazz Goes To Campus’ (JGTC) yang ke-40 bertemakan ‘Jazzling Through Decades’ . Festival ini diadakan di Kampus FEB UI pada Hari Minggu, 26 November 2017 yang menghadirkan musisi-musisi papan atas baik dalam negeri maupun luar negeri. Sebelum malam puncak yang diadakan pada hari Minggu lalu, JGTC telah melalui beberapa rangkaian acara, dibuka dengan acara Press Conference yang diadakan pada 27 Oktober 2017 bertempat di Institut Francais Indonesia (IFI), Jakarta. Press Conference tersebut mengundang para media partner untuk memberikan informasi tentang rangkaian acara JGTC di tahun 2017. Rangkaian acara selanjutnya adalah JGTC Clinic, yang  bertempat di Yamaha Music Center, Jakarta. Acara ini merupakan upaya JGTC untuk memberikan pembelajaran kepada anak muda yang ingin mendalami dunia Jazz. Selain kedua acara tersebut, JGTC juga mengadakan acara ‘JGTC Goes To You’ dimana pihak JGTC mengadakan acara di tiga daerah Jabodetabek, yaitu Bekasi pada tanggal 3 November 2017, Bogor pada tanggal 9 November 2017, dan Depok pada tanggal 17 November 2017. Lalu, JGTC juga mengadakan event yang bertajuk ‘Jazz Goes To Campus Roadshow’  yang diselenggarakan di Plaza Parkir Universitas Negeri Yogyakarya (UNY) pada tanggal 10 November 2017.

Setelah serangkaian acara tersebut, pada hari Minggu, 26 November 2017 lalu, JGCT telah sampai pada puncak acara yang diadakan di Kampus FEB UI, Depok. Di festival ini terdapat 4 panggung berkonsep berbeda, yaitu Nescafe Stage yang menampilkan beberapa musisi antara lain Fabian Winandi, Nareswara, Mondo Gascaro, dan masih banyak lagi. Lalu Shopee Stage yang menampilkan Chaseiro, Gerald Situmorang, Maliq & D’Essentials, The Groove, dan masih banyak lagi. Kemudain Peruri Stage yang diisi oleh penampilan Remi Panossian Trio, Danilla, Sri Hanuraga Trio ft. Dira Sugandi, dan ditutup dengan RAN. Panggung terakhir yaitu Sprite Stage yang diisi oleh Sentimental Moods, Rendy Pandugo, Fariz RM, Al McKay’s Earth, Wind, & Fire Experience, dan ditutup oleh Tulus. Selain keempat panggung tersebut, JGTC juga mengadakan ‘Food Bazaar’ yang menambah kemeriahan pada malam itu.

Penonton mulai memenuhi Sprite Stage ketika Rendy Pandugo akan tampil. Dalam penampilannya, Rendy membawakan 8 lagu dari albumnya dan 1 cover song dari Ed Sheeran yang berjudul ‘Castle on the Hill’. Lagu ‘Silver Rain’ yang dibawakan oleh Rendy sukses membuat penonton ikut bernyanyi bersama walaupun sedang diguyur hujan. Selain itu di Peruri Stage juga tidak kalah meriahnya dengan adanya penampilan Danilla. Membawakan lagu-lagu hitsnya antara lain ‘Lintasan Waktu’, ‘Terpaut Oleh Waktu’, dan ‘Meramu’, Danilla membawakannya dengan sentuhan jazz memanfaatkan instrumen gitar. Tak kalah heboh, RAN yang menjadi penutup di panggung tersebut mampu membuat suasana semakin seru. Penampilan mereka dibuka dengan lagu yang berjudul ‘Sepeda’ dan ditengah penampilannya, terdapat kembang api yang membuat penampilan RAN semakin mempesona. Gerald Situmorang juga berhasil membius penonton dengan aksi panggungnya di Shopee Stage. Gerald sempat membawakan sebuah penampilan yang di dedikasikan untuk seluruh orang tua yang ada di dunia dengan menggunakan gitar akustik dan diiringi oleh Denny Casmala dengan biola nya. Setelah penampilan dari Gerald, masih di panggung yang sama, Maliq & D’Essentials tampil membawakan 10 lagu unggulan yang membuat penonton semakin membara dan ikut bernyanyi bersama para personil Maliq. Penampilan Maliq ditutup dengan lagu yang berjudul ‘Pilihanku’ dimana hampir seluruh penonton mampu menyanyikan lagu tersebut.

Selain itu, pada sesi Press Conference yang dihadiri beberapa musisi terkenal diantaranya Rendy Pandugo, Fariz RM, dan Gerald Situmorang  juga dipenuhi banyak media partner. Ketika salah satu media partner menanyakan alasan mengapa Rendy bersedia untuk tampil di JGTC, Rendy mengungkapkan bahwa JGTC adalah event yang bersejarah dan sangat pantas untuk dihadiri, ia juga bersyukur dapat diundang untuk tampil di salah satu panggung JGTC. Sebuah informasi yang penting sempat dilontarkan Rendy Pandugo ketika salah satu media partner menanyakan mengenai project kedepannya. Rendy mengungkapkan bahwa sekitar bulan Januari 2018 besok ia akan mengeluarkan single baru dan di bulan Desember 2017 besok ia akan mengisi soundtrack sebuah film, sayangnya Rendy belum bisa memberi tahu mengenai masalah tersebut.

Beralih ke sesi Press Conference Fariz RM. Pada Press Conference tersebut, Fariz RM menceritakan beberapa kolaborasi yang pernah beliau lakukan dengan sejumlah musisi legendaris Indonesia seperti Adie Ms dan Ikang Fawzi. Fariz juga sempat menceritakan sejarah dari JGTC dari awal diadakan sampai sekarang. Beliau juga mengungkapkan bahwa JGTC pantas dicatat dalam sejarah dan sangat pantas diapresiasi bahkan hingga ke ranah internasional.

Press Conference Gerald Situmorang juga tidak kalah ramai. Ketika mendapatkan pertanyaan mengapa ia bisa berkolaborasi dengan sangat baik dengan beberapa musisi di panggung dan bisa memadukan antara instrument gitar, electric drum, piano, dan lain sebagainya, ia mengungkapkan bahwa pada intinya mereka harus sering mengadakan latihan dan juga sering berbincang mengenai musi, dengan begitu chemistry diantara mereka akan terjalin. Gerald juga berharap bisa terus berkolaborasi dengan  Adra Karim, Agung Munthe, Baskoro Juwono, Marco Steffiano dan lain sebagainya.

Al McKay’s Earth, Wind, & FireExperience dan Tulus menjadi dua penampil terakhir yang di Sprite Stage. Al McKay’s Earth, Wind, & FireExperience membawakan beberapa lagu hits mereka seperti ‘After The Love Is Gone’, ‘Fantasy’, dan ‘September’. Penampilan mereka sangat memukau hingga seluruh penonton tidak ingin aksi panggung mereka segera berakhir. Keseluruhan acara Festival JGTC ditutup oleh penampilan Tulus. Walaupun sedang dalam kondisi yang kurang fit, tetapi Tulus berusaha untuk menghibur penonton, dengan menyanyikan lagu-lagu unggulannya seperti ‘Gajah’, ‘Jangan Cintai Aku Apa Adanya’, ‘Tukar Jiwa’, dan ‘Monokrom’. Spesial untuk JGTC yang genap berusia 40 tahun, Tulus membawakan sebuah lagu yang sangat jarang ia bawakan yaitu ‘Langit Abu-Abu’. Penampilan Tulus ditutup dengan lagu ‘Sewindu’ yang berhasil memukau seluruh penonton. (Alfian Rahardian Afif & Caesy Antania K)

https://i2.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2017/11/JGTC-1.jpg?fit=848%2C1200https://i2.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2017/11/JGTC-1.jpg?resize=300%2C300Fiesta FMEventNews
DEPOK-BEM FEB Universitas Indonesia (UI) kembali menggelar festival tahunan 'Jazz Goes To Campus' (JGTC) yang ke-40 bertemakan 'Jazzling Through Decades' . Festival ini diadakan di Kampus FEB UI pada Hari Minggu, 26 November 2017 yang menghadirkan musisi-musisi papan atas baik dalam negeri maupun luar negeri. Sebelum malam puncak yang...