Bulan November menjadi waktu yang ditunggu-tunggu para pecinta musik jazz karena gelaran event akbar yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, yaitu Jazz Goes To Campus (JGTC) diadakan tepat Minggu, 26 November kemarin. Event besar yang telah dihelat selama 40 tahun ini layak disebut sebagai event yang melegenda, karena selalu menghadirkan musisi-musisi papan atas yang tak hanya berasal dari ibu kota namun juga mancanegara. Malam itu ribuan pasang mata tertuju pada sosok laki-laki berambut gondrong yang dengan gagahnya mengalungkan gitar dan memainkan instrument gitarnya. Jemarinya sangat mahir memetik gitar merahnya. Sebut saja GeSit panggilan akrabnya, Gerald Situmorang lengkapnya. Seorang musisi yang bisa dibilang sangat produktif ini selalu berhasil menelurkan karya-karya yang menggebrak industri musik Indonesia.

Pada gelaran JGTC malam itu, Gerald Situmorang membawakan lagu-lagu dari album terbarunya yang bertajuk “Dimensions”. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri karena Gerald baru menampilkannya lagi setelah merilisnya beberapa waktu lalu. Permainan gitar serta perpaduan sequencer effects yang dibawakan oleh Marco Steffiano, synthesizer yang dimainkan oleh Adra Karim dan Agung Munthe, electronik drums yang didengungkan oleh Jessilardus Mates serta vokal yang diisi oleh Baskoro Juwono menambah satu kesatuan penampilan musik yg sangat epic. Penonton sangat antusias hingga berdesakan demi menyaksikan perfomance Gerald Situmorang. Membawakan lagu berjudul “Entering The Dimensions”, “Dice”, “Old Stories” dan lain-lain membuat Shoope Stage menjadi pilihan banyak penonton.

Mengganti senjata elektriknya ke akustik, suasana romantis pun terbangun. Gerald duduk di kursi dengan memangku gitar akustiknya diiringi alunan biola yang dibawakan Denny Chasmala membuat suasana di tengah rintik hujan menjadi semakin melankolis. Terlebih membawakan lagu “Denyut Kehidupan” sebagai persembahan untuk semua orang tua para personilnya.

Usai penampilan Gerald Situmorang,  press conference pun digelar. Pemandu press conference membagikan secuil kisah perjalanan karier Gerald dari awal hingga sekarang. Selanjutnya dibuka sesi tanya jawab pada awak media. Pertanyaan-pertanyaan pun dilontarkan oleh awak media kepada Gerald Situmorang. Mereka duduk berjejer rapi, dari sebelah kanan ada Marco Steffiano yang merupakan produser yang telah menangani banyak musisi ternama seperti Raisa dan Nidji. Disamping Marco, Gerald duduk dengan gayanya yang asik dan selalu antusias terhadap pertanyaan yang dilontarkan oleh awak media. Agung Munthe yang memamerkan album terbarunya bertajuk “Lucid” ini juga merupakan musisi muda berbakat yang mahir memainkan berbagai instrumen seperti saxophone, drums, sync bass dan pernah menjadi keybordist Eva Celia. Dan terakhir, Adra Karim yang juga memproduseri Raisa dan pernah berkolaborasi dengan Indra Lesmana serta sejumlah musisi ternama.

Untuk kedepannya, Gerald ingin merambah ke genre lain seperti latin, samba, funk, dan neo-soul. Ia juga menuturkan bahwa selama memproduksi musiknya ia memang memiliki target untuk menentukan jenis genre apa yang ingin ia bawakan di karya-karya selanjutnya. Namun ternyata, selama proses produksi ia kadang tidak bisa memprediksi genre apa yang pada akhirnya ia hasilkan. Dia tidak terlalu terpatok pada target selama karya yang ia hasilkan menarik dan memiliki kualitas maka, tidak masalah baginya untuk kemudian merilisnya sebagai karya baru.

Gerald juga memaparkan album barunya ini mendapatkan feedback yang baik, dibuktikan dengan diraihnya penghargaan Album Choice Of The Years untuk album “Dimensions” di JGTC Awards. Gerald pun terharu dan tak menyangka atas penghargaan yang diberikan, melihat saingannya merupakan musisi-musisi ternama dan dalam proses penyeleksiannya dinilai oleh juri-juri yang kompeten pula. Ia bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan yang luar biasa pada karyanya, kira-kira gebrakan apalagi yang akan dibawa oleh Gerald Situmorang ?  (Ervyan Kussuma M / Kholifia Risa)

https://i1.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2017/11/JGTC-4.jpg?fit=960%2C640https://i1.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2017/11/JGTC-4.jpg?resize=300%2C300Fiesta FMEventNews
Bulan November menjadi waktu yang ditunggu-tunggu para pecinta musik jazz karena gelaran event akbar yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, yaitu Jazz Goes To Campus (JGTC) diadakan tepat Minggu, 26 November kemarin. Event besar yang telah dihelat selama 40 tahun ini layak disebut sebagai event...