Tak
peduli berapa banyak tetes keringat yang dikeluarkan, tak peduli banyaknya
tenaga yang dihabiskan, seorang ibu mampu melakukan apapun demi anaknya. Dari
tangan yang halus di usia mudanya hingga tangan keriput di usia tua, dengan
sepenuh hati seorang ibu mampu merawat buah hatinya. Tanpa sadar kita terkadang
lupa akan hal itu.
Jika
berbicara kasih sayang seorang ibu mungkin tidak akan cukup menerangkannya
dalam satu atau dua lembar kertas saja. Karena kasih sayang seorang ibu itu tak
akan pernah ada habisnya. Dari bangun tidur hingga kembali tidur pun, ibulah
orang pertama yang sangat memperhatikan kita. Tak peduli panas ataupun hujan,
tak peduli seberapa dingin, ibu rela melakukan apapun demi anaknya tersayang.
Sri Sunarni, 54 tahun.
Kasih sayang seorang ibu tak pernah
ada habisnya. Seperti kata ibu yang satu ini, berusia 54 tahun dan bernama Sri
Sunarni, berkulit putih, bertubuh gemuk, berambut panjang, dan terlihat sedikit
keriput di kulitnya. Wafatnya suami sekitar tiga tahun yang lalu, tak membuat
beliau putus asa. Tiga orang anak perempuan yang beliau besarkan, sebagai acuan
motivasinya, untuk tetap semangat mencari nafkah. Berprofesi sebagai penjahit
buruhan, beliau jalani dengan sepenuh hati. Walaupun gaji yang beliau dapatkan
tak seberapa, tetapi tak membuatnya mengeluh. Bekerja dengan keras dan ikhlas
untuk mencari nafkah tambahan bagi anak-anaknya tercinta. Rasa sakit pun
terkadang beliau tahan dan ditutupinya, mengingat uang senilai seribu rupiah
pun sangat berharga baginya. Tak kenal lelah dan juga pantang menyerah seorang
ibu demi anknya.
Beliau sangat sayang kepada
anak-anaknya. Doa untuk anak-anaknya selalu beliau panjatkan kepada Sang Maha
Kuasa. Harapan yang beliau sampaikan untuk anak-anaknya, adalah supaya bisa
menjadi anak yang sukses, bisa mencapai cita-citanya, dan tak lupa beliau
berharap kesehatan selalu ada di dalam diri anak-anaknya.
Melihat betapa besar kasih sayang
yang diberikan oleh seorang ibu, tak sepantasnya kita sebagai anak lupa akan
hal itu. Melihat sedikit kisah seorang ibu berusia 54 tahun tadi, seharusnya
menambah kesadaran kita bahwa ibu itu tak akan pernah ada duanya, hanya satu di
dunia ini. Dan sebagai anak kita wajib menjaga beliau sampai akhir hayatnya.
Oleh : Yenni
Editor : Sari Jauharoh
https://i2.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2014/12/IMG-20141222-WA0002.jpg?fit=768%2C1024https://i2.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2014/12/IMG-20141222-WA0002.jpg?resize=150%2C150Fiesta FMTak BerkategoriFEATURE,HARI IBU,News
Tak peduli berapa banyak tetes keringat yang dikeluarkan, tak peduli banyaknya tenaga yang dihabiskan, seorang ibu mampu melakukan apapun demi anaknya. Dari tangan yang halus di usia mudanya hingga tangan keriput di usia tua, dengan sepenuh hati seorang ibu mampu merawat buah hatinya. Tanpa sadar kita terkadang lupa akan hal itu. Jika berbicara kasih sayang seorang...