“Istimewa”, kata ini kayaknya emang nggak bakal pernah lepas dari kota Yogyakarta, dilihat bagaimana pun Yogyakarta rasanya selalu istimewa. Mulai dari kuliner, tempat wisata, tempat nongkrong, tempat belanja, sampai gigs-gigs yang diadain di kota ini, semuanya istimewa. Salah satu buktinya, sebuah gigs istimewa kembali diadain di Yogyakarta, Sabtu 2 September 2017 kemaren. Adalah SMAN 2 Yogyakarta yang kembali menggelar “SMADA ART FESTIVAL” yang pada tahun ini menginjak tahun ke 11 sejak acara ini pertama kali digelar.

Efek Rumah Kaca yang kali ini dilengkapi sama Cholil Mahmud, sang vokalis, yang sedang pulang ke Indonesia dipercaya jadi bintang tamu bersama Fourtwnty, band yang lagi eksis banget saat ini karena lagu mereka yang dijadiin original soundtrack film “Filosopi Kopi 2” beberapa waktu yang lalu lho Intelektual Muda.. Penonton membludak, memenuhi gedung PKKH Universitas Gajah Mada yang jadi tempat digelarnya pensi ini nih Intelektual Muda dan hamper nggak bisa nampung banyaknya penonton. Beberapa kategori tiket presale terjual habis beberapa hari sebelum hari H. Dan bahkan ketika hari H, tiket on the spot yang disediain terbatas sama panitia juga habis terjual sebelum MC membuka acara pada malam itu.

Lagu Indonesia Raya membuka acara malam itu, dimana semua panitia menghentikan kesibukan mereka, sembari berdiri untuk turut menyanyikan lagu kebangsaan. Acara dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama 100% diisi oleh penampilan siswa dan guru SMAN 2 Yogyakarta termasuk juga MC. Di sesi kedua, dua MC kocak membuka sesi kedua dengan memberi instruksi kepada penonton festival yang sejak awal acara duduk di depan panggung untuk berdiri karena penonton mulai memenuhi venue.

Tiga band lokal Yogyakarta tampil sebagai band pembuka. “FOURTWENTY!! FOURTWENTY!!” diteriakan oleh para penonton yang memadati PKKH UGM setelah band pembuka ketiga menyelesaikan lagu terakhirnya. Teriakan penonton semakin menjadi-jadi ketika Fourtwnty naik ke atas panggung. Lagu-lagu andalan mereka mulai dari “Zona Nyaman”, “Hitam Putih”, “Aku Tenang”, dll. dibawakan diiringi antusias penonton yang luar biasa. Bukan Yogyakarta namanya kalo nggak ada sesuatu yang spesial, Fourtwnty di tengah penampilannya membawakan sebuah lagu yang mereka cover dari Kla Project yang berjudul “Yogyakarta” yang khusus dibawakan di acara ini, kemudian foto bersama dan ucapan terimakasih diucapkan oleh Fourtwnty sebelum mereka turun dari panggung.

Para penonton yang memenuhi Gedung PKKH UGM nampaknya sudah tak sabar lagi menunggu Efek Rumah Kaca tampil, mereka bahkan sudah bernyanyi ketika teaser yang menampilkan profil Efek Rumah Kaca ditayangkan. Tepuk tangan meriah menyambut satu per satu personil menaiki panggung. Lagu “Hujan Jangan Marah” membuka penampilan Efek Rumah Kaca malam itu, semua bernyanyi, semua bergerak mengikuti irama ala Efek Rumah Kaca. Momen istimewa kembali muncul, di lagu keenam Efek Rumah Kaca membawakan lagu baru berjudul “Merdeka” yang baru pertama kali dibawakan di Yogyakarta. Dua lagu berjudul “Putih” dan “Biru” dari album Sinestesia yang sempat menjadi album terbaik 2016 versi Rollingstone Indonesia juga dibawakan oleh Efek Rumah Kaca, beberapa personil Fourtwnty terlihat ikut bernyanyi disamping panggung ketika “Biru” dibawakan. Pukul 23.30 konser berakhir, dan lagu “Desember” menutup penampilan Efek Rumah Kaca malam itu, Teriakan “WE WANT MORE!! WE WANT MORE!!” dari para penonton tak dapat dipenuhi karena keterbatasan waktu. Total 11 lagu dibawakan oleh Efek Rumah Kaca. Meski durasi sedikit meleset dari rundown, acara tetap berjalan dengan baik dan lancar. Tak hanya penonton, panitia yang sudah berkumpul di depan dan samping panggung memperlihatkan wajah puas. Semua pulang dengan kepuasan, dengan nyanyian Fourtwnty dan Efek Rumah Kaca yang akan terngiang ditelinga. Yogyakarta Istimewa. (Farhan Rizki Fauzi)

https://i2.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2017/09/smada-2.jpg?fit=960%2C720https://i2.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2017/09/smada-2.jpg?resize=300%2C300Fiesta FMMusik
'Istimewa', kata ini kayaknya emang nggak bakal pernah lepas dari kota Yogyakarta, dilihat bagaimana pun Yogyakarta rasanya selalu istimewa. Mulai dari kuliner, tempat wisata, tempat nongkrong, tempat belanja, sampai gigs-gigs yang diadain di kota ini, semuanya istimewa. Salah satu buktinya, sebuah gigs istimewa kembali diadain di Yogyakarta, Sabtu 2...