Skena indie-folk memang selalu nawarin hal-hal unik nan fresh nih Intelektual Muda. Di edisi #Belagu kali ini, ada Amigdala dengan lagunya “Ku Kira Kau Rumah” yang bakalan dibedah nih. Band asal Bandung, Jawa Barat ini ngukuhin diri sebagai band beraliran indie-folk sejak Desember 2016 silam. Nama Amigdala sendiri diartiin sebagai bagian otak manusia dimana bagian tersebut meregulasi emosi, seperti marah, senang, takut, dan cemas, dan diharapkan lewat lagu-lagu mereka, orang-orang bisa terwakili emosinya (lewat musik pastinya) sekaligus membangkitakan memori lama. Beranggotakan Isa di vokal dan guitar, Andari di vokal, Iqbal pada bass, dan Junet di drum, Amigdala ngebawa angin segar buat para pecinta indie–folk. Disusul rencana kalo Amigdala bakalan ngerilis album berisikan 5 lagu di bawah naungan Memorarium Management, setelah single mereka “Ku Kira Kau Rumah” sukses dan diterima pecinta indie. 5 lagu tersebut adalah “Ku Kira Kau Rumah” kemudian “Tuhan Sebut Sia-Sia”, “Kata Ibu Rindu”, “Belenggu”, dan “Di Ambang Karam” yang kesemuanya merupakan lagu yang saling memiliki kesinambungan cerita. Karir mereka diawali dengan nyanyiin ulang salah satu lagu dari Banda Neira di kanal Soundcloud mereka yang berjudul “Sampai Jadi Debu”. Karakter Andari, sang vokalis, yang unik berhasil membuat nama Amigdala naik nih Intelektual Muda, dan ga lama setelah itu, tepatnya bulan Januari 2017 ngerilis “Ku Kira Kau Rumah”.
Intro awal lagu ini bikin siapapun langsung diam, dan sama-samar menangkap petikan gitar syahdu akustik sang guitarist, Isa. Sekali lagi, karakter khas dari Andari ngasi warna tersendiri bagi lagu ini, yang bikin siapapun langsung ingin mendengar versi utuh dari “Ku Kira Kau Rumah”. Suasana syahdu di lagu ini berhasil banget dibangun dari harmoni nada akustik yang dibawain sama masing-masing personel dan bait lirik poetic bermajas juga jadi poin penting di lagu ini. Lagu ini sendiri nyeritain tentang seorang perempuan yang udah nemuin sosok lelaki idamannya dan udah sampai tahap serius nih Intelektual Muda, tapi perempuan itu harus menghadapi kenyataan bahwa lelakinya itu udah punya pasangan, sehingga dia harus ngerelain kekasihnya buat pergi, yang digambarin lewat lirik :
“Kau yang singgah tapi tak sungguh
Ku kira kau rumah
Nyatanya kau cuma aku sewa
Dari tubuh seorang perempuan
Yang memintamu untuk pulang
Kau bukan rumah”
Makna “rumah” disini bukan dalam artian fisik rumah sebenarnya, tapi lebih kepada “rumah” yang jadi tempat seseorang “pulang” atau juga bisa tempat orang berbagi keluh-kesah dan kebahagiaan nih Intelektual Muda. Wah maknanya dalem banget ya!
Lagu folk-accoustic ini ga hanya cocok buat kalian yang habis kehilangan “rumah”, alias putus, tapi juga bisa jadi kind of your serendipity kamu nih Intelektual Muda saat perjalanan panjang, baca buku, rebahan, bahkan teman minum hot chocolate saat gerimis. (Yuli Nur Afifah)

https://i1.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2017/06/1497784298067.jpg?fit=960%2C638https://i1.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2017/06/1497784298067.jpg?resize=300%2C300Fiesta FMMusik
Skena indie-folk memang selalu nawarin hal-hal unik nan fresh nih Intelektual Muda. Di edisi #Belagu kali ini, ada Amigdala dengan lagunya “Ku Kira Kau Rumah” yang bakalan dibedah nih. Band asal Bandung, Jawa Barat ini ngukuhin diri sebagai band beraliran indie-folk sejak Desember 2016 silam. Nama Amigdala sendiri diartiin...