#Belagu Indiesta

Sumber: Google Gambar

Hei Intelektual Muda, seperti biasa di weekend bakalan ada #Belagu alias Bedah Lagu yang edisi kali ini nge-Bedah salah satu lagu dari musisi Malaysia yaitu Noh Salleh. Buat kamu yang belum tahu, Noh Salleh lahir di Miri, Serawak, Malaysia yang juga dikenal dengan nama Noh Hujan atau Noh Phrofile. Selain bersolo karir, Noh Salleh sampai saat ini dikenal sebagai gitaris utama dari grup band rock, Hujan. Uniknya, sebelum menjadi anggota band Hujan, ia juga bergabung di grup hip-hop bernama MIX dari tahun 2004-2006. Lagu yang bakalan kita bedah kali ini berjudul “Bunga di Telinga” yang merupakan salah satu dari enam lagu di album Extended Play “Angin Kencang” yang dirilis tahun 2014. Di bawah naungan Sony Music Entertainment, album ini juga menjadi album proyek solo karir Noh Salleh nih Intelektual Muda, meski masih menjadi anggota tetap band Hujan.

Beraliran indie-pop, proyek solo Noh Salleh ini memiliki ciri khas kuat music old-school, dan sekilas agak mirip dengan gaya bermusik dan lirik band Sore!, yang merupakan gabungan dari rock, jazz, hingga chamber-pop. Weitss, kemiripan tersebut tidak terlepas dari campur tangan anggota Sore! Seperti Ramondo Gascaro, Adink Permana, dan Ade Paloh. Ga salah nih Intelektual Muda, bahwa album ini sangat terdengar “sore-ish”. Keterlibatan anggota Sore! Bisa dibilang cukup penting, karena selain Adink dan Mondo sebagai arranger dan music producer dari “Angin Kencang”, Ade Paloh juga menyumbangkan lirik untuk lagu “Bunga di Telinga”. Uniknya proses kreatif dari lirik “Bunga di Telinga” ini, Ade sempat menawarkan pada Noh apakah ingin menggunakan Bahasa Indonesia standar, bahasa gaya (Nusantara), atau bahasa Jawa klasik, tapi Noh memilih memakai bahasa Nusantara klasik karena terinsipirasi dari musisi Sam Saimun dimana liriknya terdengar simple namun sarat makna. Insiprasi materi dari lagu “Bunga di Telinga” pastinya dari sang Istri Shazrina Azman yang berhasil di intrepretasikan ke dalam lagu berdurasi 4 menit 14 detik ini nih Intelektual Muda. Pilihan dari Noh Salleh untuk bekerja sama dengan musisi Indonesia tidak lepas dari ketertarikannya sama perkembangan musik dan studio rekaman di Indonesia yang memiliki tata musik old-school sesuai konsep solo karirnya, jika dibandingkan dengan musik di Malaysia yang menurut dia lebih ke arah urban-music.

Beat ringan dan slow di lagu “Bunga di Telinga” ini cukup easy listening dan kamu yang suka Sore! bakalan suka juga nih sama Noh Salleh. Musik chamber-pop dan campuran jazz cukup pas dipaduin sama lirik “Nusantara klasik,” yang bakalan dengan mudah kamu pahami meski agak susah di beberapa bagian. Terakhir, buat kamu nih Intelektual Muda yang sedang mencari-cari referensi yang cihuy music indie-pop dari negara tetangga, “Bunga di Telinga” ini bisa jadi pilihan tepat. Karena ternyata musisi ternama Malaysia sangat excited bekerja sama dengan musisi lokal kita. (Yuli Nur A.)

https://i2.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2018/02/Screen-Shot-2017-09-13-at-10.57.11-AM.png?fit=596%2C593https://i2.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2018/02/Screen-Shot-2017-09-13-at-10.57.11-AM.png?resize=300%2C300Fiesta FMMusicReview
#Belagu Indiesta Hei Intelektual Muda, seperti biasa di weekend bakalan ada #Belagu alias Bedah Lagu yang edisi kali ini nge-Bedah salah satu lagu dari musisi Malaysia yaitu Noh Salleh. Buat kamu yang belum tahu, Noh Salleh lahir di Miri, Serawak, Malaysia yang juga dikenal dengan nama Noh Hujan atau Noh...