Halo Intelektual Muda, menurut kalian Pahlawan Seni itu seeperti apa sih? Nah FeatureNews kali ini akan membahas tentang profesi yang jarang ditemuin di era modern ini. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang dijalani seseorang. Intelektual Muda Profesi apa yang kalian inginkan untuk kedepannya? Apakah profesi yang menjadikan pahlawan kegelapan atau profesi seperti apa? Yuk kita simak biografi seorang pengrajin kuda lumping di era modern ini.

fiesta3Pengrajin kuda lumping, profesi yang jarang ditemui seseorang di era modern ini. Namun, tidak banyak orang tahu bahwa menjadi pengrajin kuda lumping merupakan seorang pahlawan seni yang melestarikan kebudayaan Jawa di tengah gempuran globalisasi. Itulah profesi yang sampai saat ini masih di tekuni Suparno. Kakek yang telah mempunyai lima cucu ini sudah 40 tahun menjadi pengrajin kuda lumping di Baluarti, Solo. Pekerjaan ini selalu ditekuni dengan penuh rasa bangga demi menghidupi kesehariannya.

Lelaki paruh baya ini setiap bulannya mendapatkan penghasilan tidak menentu. Walaupun tidak menentu, Suparno selalu bersyukur atas apa yang dihasilkannya dengan jerih payah sendiri. Ia selalu beranggapan bahwa, “Selagi masih kuat untuk berkarya maka berkaryalah.” Dengan anggapan ini, Suparno tidak mau berhenti untuk membuat kuda lumpingnya. Pembuatan kuda lumping itu sudah menghantarkan anak-anaknya sampai lulus SMA.

Selain karena profesi, alasan lain mengapa Suparno memilih bekerja sebagai pengrajin kuda lumping adalah, karena ingin melestarikan kebudayaan Jawa yang hampir punah serta ingin berwirausaha. Sebelum menjadi pengrajin kuda lumping, lelaki ini hidupnya berpindah-pindah. Dan mulai menekuni profesi ini tahun 1968. Kerajinan ini telah mampu mencapai pasaran di negara tetangga khusunya Australia.

                fiestaSemua pekerjaan pasti hambatannya, hal itu juga sering dialami Suparno. Menekuni profesi pengrajin kuda lumping banyak hambatan yang mesti lelaki ini lalui. Seperti ejekan seseorang yang beranggapan profesi itu kuno dan tidak ada nilai seninya. Padahal kuda lumping ini memiliki nilai seni tinggi yang mampu mengikat wisatawan asing untuk belajar membuatnya. Dalam menghadapi ejekan itu, Suparno bersabar dan berdoa untuk hidup yang lebih baik.

Menurut sejarah Kuda lumping itu berasal dari dua kata  kuda itu maknanya kuda dan lumping itu adalah bambu. Jadi jika digabungkan kuda lumping itu mempunyai makna kuda yang terbuat dari bambu. Karena bambu sekarang mulai langka, Suparno memilih mengganti bahan bakunya dari kardus yang sudah tidak terpakai lagi. Bahan tersebut selalu di pilih beliau dengan baik.

fiesta1Bila ada waktu kosong, Suparno memilih untuk mendongengkan cucu-cucunya atau mengajari seseorang untuk membuat kuda lumping . Walaupun dia seorang pengrajin yang hidup berkecukupan, namun Suparno selalu terbuka dan senang mengajari orang-orang yang ingin belajar membuat kuda lumping. Bahkan dia selalu memberikan kenang-kenangan kuda lumpingnya untuk seseorang yang ingin belajar membuat kerajinan ini. Bagi Suparno hidup itu harus saling berbagi ilmu agar bermanfaat.

Bagaimana Intelektual Muda, kalian harus semangat ya untuk selalu belajar! Walaupun pengrajin kuda lumping ini sudah tua, tetapi beliau tetap belajar dan selalu berbagi ilmu dengan orang di sekitarnya. Cheer up Intelektual Muda, tidak ada kata terlambat untuk belajar 🙂

Oleh : Aprillia Nurul

Fiesta FMFeature
Halo Intelektual Muda, menurut kalian Pahlawan Seni itu seeperti apa sih? Nah FeatureNews kali ini akan membahas tentang profesi yang jarang ditemuin di era modern ini. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang dijalani seseorang. Intelektual Muda Profesi apa yang kalian inginkan untuk kedepannya? Apakah profesi yang menjadikan pahlawan kegelapan atau...