Salah satu gitaris terbaik Indonesia, Dewa Budjana, baru saja menyelesaikan rekaman dua album terbarunya di Woodstock, New York, di mana ia berkolaborasi dengan para musisi lokal Amerika, salah satunya musisi Tony Levin, yang pernah bekerja sama dengan musisi Peter Gabriel.

WOODSTOCK, NEW YORK– “Dari tahun 2002 saya rekaman di sini (Amerika). Album saya yang ke tiga rekaman di (Amerika) mulai,” papar musisi Dewa Budjana kepada reporter VOA.

Dua album ini akan menjadi album solo Budjana yang kesembilan dan ke-10 yang rencananya akan dirilis tahun 2016. Hampir setiap tahun memang personil kelompok band GIGI ini pergi ke AS. Selain untuk rekaman, kedatangannya kali ini juga sekaligus untuk mempromosikan album internasional terbarunya yang keempat di bawah label MoonJune Records yang berkantor pusat di New York. “Album saya yang kedelapan judulnya ‘Hasta karma’ beredar bulan ini di Amerika. Rekamannya persis Januari tahun lalu,” ujar musisi yang hobi traveling ini. “Mumpung pergi, sekalian rekaman materi untuk tahun depan. Sekalian saja dua album materinya. Jadi saya siapkan 12 lagu untuk tahun depan,” lanjutnya.
Untuk album ‘Hasta Karma’ Budjana berkolaborasi dengan beberapa musisi Amerika seperti basis Ben Williams, pemain vibrafon, Joe Locke, dan Antonio Sanchez, drummer yang pernah menggarap musik untuk film ‘Birdman’ yang banyak mendapat nominasi OSCAR tahun ini.
Walaupun digarap dan dirilis secara internasional, Budjana tetap memasukkan unsur Indonesia ke dalam album instrumental terbarunya ini. “Kebanyakan Indonesia yang saya buat judul, kayak Jayaprana, cerita traditional di bali, tapi bentuknya instrumental,” papar musisi kelahiran Waikabubak, Sumba Barat pada tahun 1963 ini.
Menurut Budjana karena albumnya instrumental jadi bisa dinikmati oleh semua orang tanpa dibatasi oleh Bahasa. “Sangat gampang kan bisa rekaman di mana saja asal mau dan bisa siap semuanya. Kalau buat album instrumental di Indonesia saja kan sayang sebenarnya, karena instrumental itu bisa dinikmati ke semua Bahasa. Kan bahasanya musik, ” jelasnya.
Budjana juga memilih AS untuk merekam albumnya karena di sinilah tempat berkumpulnya para musisi dari berbagai negara. “Industri musik dan studio sessionsemua banyaknya di amerika. Pemain-pemain juga dari negara mana pun kumpulnya pasti di Amerika juga.Goal-nya mereka pasti ke Amerika, mau jenis musik apa saja,” kata Budjana.
Rencananya Budjana akan segera kembali ke Indonesia dan akan segera disibukkan kembali dengan berbagai konsernya bersama GIGI.
Hhmmm gimana guys, penasaran sama album-album GIGI yang sedang digarap ini? Tunggu aja yaaaa bakalan keren banget pastinya 😀
https://i2.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2015/01/A772C4D6-9021-4F21-8CFC-7FB229301C74_w640_r1_s_cx10_cy6_cw90.jpg?fit=640%2C360https://i2.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2015/01/A772C4D6-9021-4F21-8CFC-7FB229301C74_w640_r1_s_cx10_cy6_cw90.jpg?resize=150%2C150Fiesta FMTak Berkategori
Salah satu gitaris terbaik Indonesia, Dewa Budjana, baru saja menyelesaikan rekaman dua album terbarunya di Woodstock, New York, di mana ia berkolaborasi dengan para musisi lokal Amerika, salah satunya musisi Tony Levin, yang pernah bekerja sama dengan musisi Peter Gabriel. WOODSTOCK, NEW YORK-- “Dari tahun 2002 saya rekaman di sini...