Berbicara tentang sejarah, lantas teringat ketika kita masih duduk dibangku
sekolah dasar atau SD, pasti hapalan menjadi jurus untuk menghadapi ujian
ataupun ulangan, amat membosankan bukan?. Sejarah tidak hanya mengulas tentang
tanggal, tempat, tokoh, atau peristiwa tertentu. Sejarah tentang tahu misalnya,
sudah tahu?. Ini juga merupakan bagian dari sejarah yang perlu kita tahu.
Membaca dari sebuah majalah online, yaitu Historia, inilah sejarah tahu.
Orang-orang Tionghoa datang
ke Nusantara dengan membawa keterampilan kulinernya. Salah satu makanan yang
paling awal diperkenalkan adalah tahu. Sejarawan JJ Rizal mengungkapkan
bahwa pada abad ke-10 orang-orang Tionghoa telah menyajikan tahu di Nusantara,
meskipun terbatas di kalangan elite. Rizal menyimpulkan bahwa tahu lebih tua
daripada tempe dilihat dari masa mulai produksinya, 
Menurut Suryatini N. Ganie dalam Dapur Naga di
Indonesia
, tahu mempunyai sejarah panjang di Tiongkok, tempat
asalnya sejak 3.000 tahun lalu. Teknologi pembuatan tahu secara cepat menyebar
ke Jepang, Korea, dan Asia Tenggara. Tetapi, kapan tahu mulai hadir di
Nusantara tidak dapat ditentukan waktunya dengan tepat. Namun, orang Kediri
mengklaim sebagai kota pertama di Nusantara yang mengenal tahu, yang dibawa tentara
Kubilai Khan pada tahun 1292.

“Saat mengunjungi Kediri,” tulis Suryatini“kami mendapati
tempat berlabuhnya jung-jung Mongol di kota itu sampai hari
ini masih disebut dengan Jung Biru. Armada ini mempunyai jung-jung khusus
untuk mengurus makanan tentara, termasuk satu yang khusus untuk menyimpan
kacang kedelai dan membuat tahu.”

Sumber: http://www.tahusumedangasli.com/wp-content/uploads/2014/06/tahu-sumedang-2.jpg
Kata tahu sendiri, menurut Hieronymus Budi Santoso, berasal
dari bahasa Tionghoa, yakni: tao-hu atau teu-hu.
Suku kata tao/teu berarti kacang kedelai, sedangkan hu berarti
hancur menjadi bubur.

“Dengan demikian secara harfiah, tahu adalah makanan yang
bahan bakunya kedelai yang dihancurkan menjadi bubur,” tulis Hieronymus
dalam Teknologi Tepat Guna Pembuatan Tempe dan Tahu Kedelai.

Pada abad ke-19, orang-orang Jawa dilanda krisis gizi yang
luar biasa akibat penerapan sistem cultuurstelsel (Tanam
Paksa). Hasil bumi dikuras guna kepentingan kolonial hingga mereka sendiri
kesulitan untuk makan. Saat itulah tahu muncul sebagai pangan alternatif.

“Menurut sejarawan Onghokham,” ungkap Rizal, “tahu bersama
tempe, menjadi penyelamat orang-orang Jawa dari masa krisis asupan gizi.”
(Baca: Sejarah Tempe)

Hingga saat ini,
tahu menjadi makanan penting bagi orang Indonesia. Cara penyajiannnya di tiap
wilayah pun beragam. Meski begitu, tahu tetap menjadi makanan yang populer dan
dapat dinikmati kapan saja.
Tentu masih banyak hal disekitar kita yang  memiliki
sejarahnya masing- masing, dan kita perlu tahu untuk itu. Sejarah tidak melulu
mengenai tanggal, tokoh, peristiwa, dan tidak hanya untuk sekedar dihapal yang
lantas mudah dilupakan. Seperti tahu, yang sangat lekat sebagai kuliner
dimasyarakat kita, dan menjadi lauk pauk sehari- hari, tetapi sejarah tahu,
sudahkah tahu?  

Sumber: http://historia.co.id/artikel/budaya/1304/Majalah-Historia/sejarah_tahu,_tahu_sejarah 
               http://keluargaesjepe.com/2014/08/27/cari-tahu-sejarah-tahu/ 
Audia Prita
https://i1.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2015/01/tahu-sumedang-2.jpg?fit=960%2C638https://i1.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2015/01/tahu-sumedang-2.jpg?resize=150%2C150Fiesta FMTak BerkategoriFEATURE
Berbicara tentang sejarah, lantas teringat ketika kita masih duduk dibangku sekolah dasar atau SD, pasti hapalan menjadi jurus untuk menghadapi ujian ataupun ulangan, amat membosankan bukan?. Sejarah tidak hanya mengulas tentang tanggal, tempat, tokoh, atau peristiwa tertentu. Sejarah tentang tahu misalnya, sudah tahu?. Ini juga merupakan bagian dari sejarah yang perlu kita tahu. Membaca...