ngarsopuro 2Fenomena pasar tiban, memang kian banyak hadir di Kota Solo. Namun, meski menempati ruas jalan, pasar yang satu ini adalah pasar resmi dan justru menjadi salah satu daya tarik kota bengawan bagi para wisatawan.

Saat senja menyapa di Sabtu malam, denyut nadi kehidupan pasar mulai bergeliat dengan berdirinya kios-kios pedagang dan keramaian pengunjung yang mulai menyerbu. Beragam produk kerajinan, benda-benda seni, hingga kuliner khas Kota Solo ada. Night Market Ngarsopuro namanya.

Terletak di kawasan pusat kota, di Jl Diponegoro, Solo, Night Market Ngarsopuro dulunya merupakan kawasan yang tak terawat. Jalanan yang tak tertata, dan adanya beberapa toko elektronik menjadikan daerah tersebut kurang nyaman dilihat. Ditambah adanya toko barang antik, Pasar Triwindu yang ruwet menjadikan daerah ini semrawut.

Namun, semua itu berubah pada tahun 2008, saat Jokowi memimpin sebagai Walikota Solo. Kawasan yang dulunya merusak keindahan kota, kini menjadi daya tarik dengan ditatanya city walk di sepanjang Jl Diponegoro, dan dirapikannya para pedagang dengan menyediakan kios tenda. Pasar Triwindu pun ikut kena perbaikan dan berubah nama menjadi Pasar Windujenar.

Perkembangan kota Solo yang begitu pesat, telah melahirkan berbagai event internasional dan tempat rekreasi baru, salah satunya yang terkenal adalah Night Market Ngarsopuro.

Tumpah Ruah

Jika malam menjelang, Ngarsopuro bak lautan yang tak pernah habis massanya. Mulai jam buka pada pukul 18.00 – 22.00 WIB, Night Market Ngarsopuro terus bergeliat oleh pengunjung baik yang sekedar berjalan-jalan bersama keluarga, nongkrong, atau yang ingin memborong belanjaan. Tempat ini menjadi lokasi favorit bagi yang ingin mengisi akhir pekan dengan santai dan murah.Sebuah pasar seni yang bersifat tiban karena hanya diadakan pada Sabtu malam, kalau anak muda yang lagi kasmaran menyebutnya malam Minggu.

Memutar Perekonomian

Night Market Ngarsopuro memiliki 57 kios tenda yang disediakan oleh Dinas Pasriwisata dan Kebudayaan kota Surakarta, satu kios bisa ditempati oleh empat produsen UMKM. Untuk mendapatkan tenda, UMKM bisa mengajukan proposal ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surakarta.

Night Market Ngarsopuro digelar di sepanjang city walk kawasan pasar Windujenar, Ngarsopuro di depan Pura Mangkunegaran. Tepatnya di jalan Diponegoro. Ketika matahari sudah condong ke barat, di kawasan Ngarsopuro ini sudah berjejer tenda-tenda yang siap dipakai untuk berjualan produk UKM dan suvenir khas kota Solo.

Night Market Ngarsopuro tak pernah kehabisan pengunjung. Saat waktu Maghrib telah usai, banyak orang berbondong-bondong dari mulai anak-anak, pasangan remaja, maupung rombongan keluarga yang ingin mengisi akhir pekan dengan santai dan murah.

Beberapa produk dan oleh-oleh yang lazim dijumpai di sini antara lain berbagai baju, tas, sepatu yang bernuansa batik, pin dan sticker Solo, dan beraneka macam cendera mata yang unik dan menarik. Selain itu, di Night Market Ngarsopuro juga banyak terdapat makanan serta jajanan pasar yang siap memanjakan lidah seperti Nasi liwet, Cabuk Rambak, Wedang Ronde, Sosis Solo, Bakso Bakar, Sate Kere, dll.

Dengan ramainya pengunjung yang rata-rata 3000 orang, perputaran uang dalam jangka waktu 4 jam dapat mencapai 50 – 75 juta rupiah. Untuk UMKM yang menempati tenda hanya dikenakan biaya Rp50.000 per bulan, sedangkan untuk stand sponsor dengan sistem kontrak dikenakan biaya Rp500.000 per bulannya

 

http://hashtagkotasolo.com/wisata-malam-di-kota-solo/

https://i2.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2016/01/ngarsopuro-2zjw5joiv8pnyyce59kwsg.jpg?fit=720%2C540https://i2.wp.com/fiestafm.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2016/01/ngarsopuro-2zjw5joiv8pnyyce59kwsg.jpg?resize=480%2C540Wuki WulandariFeature
Fenomena pasar tiban, memang kian banyak hadir di Kota Solo. Namun, meski menempati ruas jalan, pasar yang satu ini adalah pasar resmi dan justru menjadi salah satu daya tarik kota bengawan bagi para wisatawan. Saat senja menyapa di Sabtu malam, denyut nadi kehidupan pasar mulai bergeliat dengan berdirinya kios-kios pedagang...